Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Pendidikan Seksualitas Day5

Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Pendidikan Seksualitas Day5

Dalam buku Fatherman (Benru Jaisurahman), yang bisa dilakukan ayah adalah ini. Ayah berperan menjadi 7 sosok ini dalam mengasuh anak, agar anak merasakan ayah secara penuh.

Topi konselor
Topi Guru
Topi Pengasuh
Topi Motivator
Topi Entertainer
Topi Distributor/Promotor
Topi Donor/ Donatur

Semua peran ini bertujuan untuk membentuk mindset anak bahwa ayah adalah segala-galanya baginya. Menjadi role model yang akan membantunya dalam beragam urusan, kesulitan, dan kebaikan. Sehingga anak tidak perlu khawatir akan mencontoh pihak yang salah.

Apa Peran Ayah Sesungguhnya?

1. A Man of Mission and Vision
Para ayah adalah pembuat misi keluarga, yaitu peran spesifik keluarga dalam peradaban. Lihatlah di dalam Al-Quran bagaimana Nabi Ibrahim AS adalah sang pembuat misi keluarga. Misi keluarga beliau diabadikan dalam doa-doanya.

2. Pensuplai Ego
Seorang ayah diperlukan kehadirannya sebagai pensuplai Ego bagi anak-anaknya. Supply ego ini memberikan kemampuan “leadership” bagi anak, sementara ibu pemberi supply Emphaty atau “followership”.
Dengan hadirnya Ayah dalam keluarga akan memberi keteladanan melalui sikap-sikap yang berangkat dari fitrah keayahannya dengan menunjukkan ketegasan, pembelaan pada keluarga, ketegaan yang penuh cinta dll. Hal ini adalah supply ego yang berkesan bagi anak.

3. Pembangun Struktur Berpikir Dan Rasionalitas
Ayah dengan rasionalitas berfikirnya, berkontribusi membangun struktur berfikir bahkan inovasi di rumah atau di keluarganya. Sedangkan Ibu memberikan kemampuan emosional. Alangkah baiknya jika keluarga memiliki family knowledge atau kearifannya sendiri yang diwariskan turun temurun.

4. Pensuplai Maskulinitas
Para ayah diperlukan kehadirannya untuk memberikan suplai maskulinitas baik anak lelaki maupun anak perempuan. Ayah dan Ibu harus hadir sepanjang usia anak sejak 0-15 tahun (Aqil Baligh). Anak lelaki pada usia 7-10 tahun memerlukan lebih banyak kedekatan pada ayahnya untuk menguatkan konsep fitrah kelelakiannya menjadi potensi peran seorang lelaki sejati.

5. Ayah Sang Raja Tega
Pada usia 10 tahun ke atas, anak perlu diuji kemandirian dan keimanannya dengan beragam program. Para ayahlah sang raja tega yang mampu memberikan tugas-tugas berat untuk menguatkan potensi anak menjadi peran peradabannya kelak. Dalam hal ini ibu sebagai “sang pembasuh luka” yang memberi penawar bagi keletihan dan obat bagi luka dalam menjalani ujian.

6. Ayah Penanggungjawab Pendidikan
Sesungguhnya ayahlah penanggung jawab pendidikan yang merancang arah dan tujuan pendidikan keluarganya sesuai misi keluarganya. Ibu yang kelak mendetailkannya menjadi proyek atau kegiatan harian.
Secara fitrah bahasa, wanita lebih cerdas bahasa dibanding para lelaki. Wanita bicara 50rb sampai 70rb kata perhari, jadi ibu memang lebih banyak membersamai anak.

7. Ayah Konsultan Pendidikan
Melihat bahwa seorang lelaki “single tasking” dibanding wanita yang “multi tasking”, para ayah tidak bisa terlalu banyak turun dalam hal detail, bahkan mereka perlu lebih banyak berada di luar masalah agar bisa memberikan solusi yang jernih bagi para ibu yang dalam kesehariannya sudah dipenuhi banyak masalah dalam mendidik.
Para ayah yang tidak mau atau sulit terlibat dalam proses mendidik anak anaknya, umumnya adalah para ayah yang tidak selesai dengan dirinya atau tidak bahagia menjalani karirnya walau sukses sekalipun. Jadi mereka harus dibantu agar kembali fitrahnya dan banyak didoakan.

Apa Hubungan Pengasuhan dengan Fitrah Seksualitas Anak?

❤ Keterlibatan peran ayah dalam pengasuhan anak, akan menjadi pelajaran bagi anak tentang peran gender.
Bahwa ada sosok ayah sebagai laki-laki, dan ada sosok ibu sebagai perempuan.
❤ Ayah yang terlibat dalam pengasuhan akan menjadi supply maskulinitas bagi anak.

(Sumber : https://epugi.wordpress.com/2019/08/12/peran-ayah-dalam-pengasuhan-untuk-membangkitkan-fitrah-seksualitas/)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s